Distan Gelar Rapat Evaluasi Percepat Realisasi Program Plasma Pembibitan Sapi di KSB
Sumbawa Barat, SapaNtb.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mempercepat pelaksanaan program unggulan KSB Maju Luar Biasa melalui sektor Peternakan Plasma Agribisnis Pembibitan Sapi. Program ini diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan KSB sebagai salah satu pusat pembibitan sapi unggulan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan peternak berbasis agribisnis.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat evaluasi yang digelar Dinas Pertanian Bidang Peternakan Kabupaten Sumbawa Barat di Aula Sari Dewi. Rapat dipimpin Kepala Bidang Peternakan, Amiruddin, dan dihadiri sembilan Ketua Kelompok Tani Ternak (KTT) penerima program dari berbagai kecamatan.
Dalam rapat tersebut, pemerintah mengevaluasi kesiapan teknis masing-masing kelompok, terutama terkait penyediaan lahan pakan ternak yang menjadi syarat utama keberhasilan program. Pemerintah daerah juga memastikan bibit rumput gajah super telah tersedia dan siap didistribusikan kepada kelompok yang telah menyiapkan lahannya.
Kepala Bidang Peternakan, Amiruddin, menegaskan bahwa program Plasma Agribisnis Pembibitan Sapi bukan sekadar bantuan ternak, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun sistem peternakan modern di Kabupaten Sumbawa Barat.
Menurutnya, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari pembibitan, penggemukan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternak.
“Kami ingin KSB menjadi gudang bibit sapi unggulan. Hasil pembibitan dari kelompok plasma nantinya akan menopang kebutuhan kelompok penggemukan sapi dalam skala yang lebih luas,” ujarnya.
Untuk memastikan program berjalan sesuai target, pemerintah juga menyiapkan sistem pendampingan yang melibatkan tenaga teknis peternakan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Dalam skema program tersebut, pemerintah akan menyerahkan sapi indukan siap bunting kepada kelompok. Anak sapi pertama hasil pembibitan akan dibeli kembali oleh pemerintah sebagai bagian dari pengembangan program, sedangkan anak sapi kedua menjadi hak anggota kelompok. Pola tersebut akan terus bergulir hingga indukan melahirkan empat kali, sehingga diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi peternakan yang berkelanjutan.
Amiruddin juga menekankan pentingnya kedisiplinan anggota kelompok dalam menjalankan program. Menurutnya, ketua kelompok memiliki kewenangan melakukan evaluasi terhadap anggotanya.
“Apabila ada anggota yang tidak serius menjalankan program, ketua kelompok berhak melakukan evaluasi atau mengeluarkannya dari kelompok agar tidak menghambat keberhasilan program secara keseluruhan,” tegasnya.
Meski menyambut baik program tersebut, para Ketua KTT menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah. Mereka menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada distribusi ternak, tetapi juga memerlukan dukungan infrastruktur dasar dan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Para peternak mengungkapkan, sebagian kelompok saat ini telah menggunakan dana pribadi untuk membuka lahan, membersihkan lokasi, hingga membangun pagar sebagai bentuk komitmen mendukung keberhasilan program.
Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran secara optimal untuk memenuhi kebutuhan di lapangan sehingga pelaksanaan program tidak terkendala oleh keterbatasan sarana dan prasarana.
Salah seorang Ketua KTT Cluster Peternakan Agribisnis Pembibitan Sapi, Irawansyah, meminta seluruh kepala perangkat daerah memberikan perhatian penuh terhadap program unggulan daerah tersebut.
“Seluruh perhatian kepala SKPD harus terfokus pada program unggulan. Pola gotong royong wajib dilakukan agar visi dan misi Bupati benar-benar terwujud. Jangan hanya mengandalkan program pusat tanpa menghadirkan inovasi nyata bagi daerah,” katanya.
Ia juga menilai setiap perangkat daerah perlu memiliki gagasan dan langkah konkret dalam mendukung keberhasilan program.
“Kalau hanya menghabiskan anggaran tanpa ide untuk memajukan program daerah, itu menunjukkan tidak memahami arah pembangunan. Hal seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.
Program KSB Maju Luar Biasa di sektor peternakan menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis agribisnis. Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif kelompok peternak, pemerintah berharap KSB mampu berkembang menjadi sentra pembibitan sapi unggulan yang berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.(SN01)
