Reses III DPRD KSB, Andi Laweng Pastikan Kawal Aspirasi Warga Batu Putih

Sumbawa Barat, SapaNTB.com – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Taliwang, Andi Laweng, SH., MH., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat Desa Batu Putih. Komitmen tersebut disampaikan saat menggelar Reses III Masa Sidang III Tahun 2026 di Aula Kantor Desa Batu Putih, Senin (27/7/2026) malam.

Dalam forum yang dihadiri Kepala Desa Batu Putih Syahriluddin, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Dusun Jorok Tiram, Andi Laweng menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah.

“Semua aspirasi yang disampaikan malam ini akan kami perjuangkan karena semuanya tercatat. Apa yang menjadi harapan masyarakat akan terus kami upayakan untuk direalisasikan,” ujar Andi Laweng.

Ia menyampaikan, Dusun Jorok Tiram bukan wilayah baru dalam agenda resesnya. Sejak pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD pada 2009, dirinya telah beberapa kali menyerap aspirasi masyarakat di desa tersebut. Menurutnya, sebagian besar usulan warga telah berhasil direalisasikan, sementara sisanya masih terus diperjuangkan melalui mekanisme penganggaran daerah.

“Masih ada sebagian usulan warga yang belum terealisasi. InsyaAllah tahun ini Kami akan terus mengupayakan agar program-program yang telah diusulkan sebelumnya bisa diwujudkan secara bertahap,” katanya.

Andi Laweng menjelaskan, reses merupakan mekanisme resmi anggota DPRD untuk turun langsung menemui konstituen, mendengar kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan arah pembangunan berjalan sesuai aspirasi warga.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang tetap antusias menghadiri kegiatan tersebut.

“Terima kasih atas kehadiran masyarakat. Reses ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus tempat menyampaikan aspirasi secara langsung,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Laweng menyinggung Dusun Jorok Tiram sebagai salah satu wilayah dengan dukungan politik terbesar terhadap dirinya. Karena itu, berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut akan terus menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran daerah.

Ia memastikan akan mengawal usulan bantuan peternakan sapi, termasuk penyusunan daftar calon penerima secara bertahap agar program dapat berjalan tepat sasaran.

“Kami akan mengawal agar program peternakan ini dapat direalisasikan. Selama masih dalam periode ini, apa yang menjadi usulan masyarakat akan terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Selanjutnya pada sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Di antaranya pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Jorok Tiram, perbaikan jalan lingkungan yang rusak, penanganan kandang ternak yang dinilai berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting, bantuan untuk Madrasah Aliyah, serta pembangunan tembok dan gerbang masjid.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Andi Laweng menjelaskan sejumlah program infrastruktur sebenarnya telah masuk dalam tahap perencanaan. Ia menyebut pembangunan drainase dan beberapa ruas jalan sebelumnya juga merupakan hasil perjuangan melalui jalur aspirasi DPRD.

“Untuk jalan lingkungan sudah ada penekanan agar terus dikawal. Kebetulan Kepala Desa juga aktif berkoordinasi dengan OPD terkait. Soal pagar TPU juga akan Kami perjuangkan karena terdapat program pemerintah daerah yang dapat disinergikan,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh kondisi jalan lingkungan di Desa Batu Putih telah dipetakan berdasarkan tingkat kebutuhan sehingga pengusulannya akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Terkait permohonan bantuan bagi Madrasah Aliyah, Andi Laweng menjelaskan kewenangannya berada di Pemerintah Provinsi NTB. Meski demikian, pihaknya tetap akan menginventarisasi kebutuhan yang memungkinkan memperoleh dukungan melalui program daerah pada tahun anggaran 2027.

Sementara itu, terkait pembangunan gerbang masjid, Ia memastikan akan berupaya merealisasikannya pada tahun ini sebagai bentuk komitmen terhadap janji yang belum terpenuhi.

Kemudian untuk sektor peternakan, Andi Laweng menjelaskan pemerintah saat ini mendorong konsep kandang komunal agar pengelolaan ternak menjadi lebih tertata, sehat, dan mudah diawasi.

Ia mengingatkan bahwa seluruh bantuan pemerintah, termasuk bantuan ternak sapi, wajib dipertanggungjawabkan karena menjadi objek pengawasan dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Program bantuan harus dikelola dengan baik. Jika terjadi penyimpangan tentu ada konsekuensinya. Bahkan apabila ternak mati tetap harus dilaporkan kepada dinas terkait agar administrasinya lengkap,” tegasnya.

Ia optimistis perkembangan Dusun Jorok Tiram terus menunjukkan kemajuan sehingga penataan kawasan, termasuk pembangunan kandang komunal, perlu menjadi perhatian bersama demi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Putih, Syahriluddin, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum reses sebagai ruang menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan kepada wakil rakyat.

Menurutnya, anggota DPRD merupakan representasi masyarakat dalam memperjuangkan program pembangunan di tingkat pemerintah daerah.

“Jangan bosan menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD. Inilah wadah silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan kepada wakil rakyat agar apa yang diperjuangkan menjadi amal ibadah bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar terus menjaga kebersamaan dan memahami pentingnya keterwakilan di DPRD sebagai jembatan memperjuangkan pembangunan daerah.

“Kita harus memahami pentingnya keterwakilan di DPRD. Melalui dewan inilah berbagai usulan pembangunan jalan, infrastruktur maupun program lainnya dapat diperjuangkan,” katanya.

Syahriluddin menambahkan, Pemerintah Desa Batu Putih telah menyiapkan rencana penyediaan lahan untuk pembangunan kandang komunal sebagai dukungan terhadap program peternakan yang akan dijalankan secara bertahap oleh pemerintah.

Ia berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dalam forum reses tersebut dapat menjadi prioritas pembangunan pada tahun anggaran mendatang. (SN01)