RSUD Asy-Syifa’ KSB Siapkan SDM dan Sarpras Hadapi Visitasi Uronefrologi

Sumbawa Barat, SapaNTB.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat bersiap menerima visitasi pengampuan pelayanan uronefrologi dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, Bali, pada 4 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan RI dalam memperkuat kualitas pelayanan rujukan di rumah sakit daerah.

Visitasi ini menjadi bagian dari agenda pengampuan pelayanan uronefrologi di sejumlah rumah sakit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang merupakan salah satu wilayah ampuan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah.

Direktur RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat, Andy Suhaeri, S.ST.,M.M.Inov., mengatakan visitasi tersebut bertujuan melihat kesiapan rumah sakit, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM), sarana maupun prasarana, dalam memberikan pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.

“Sejauh ini masih dalam tahap visitasi. Untuk layanan kanker sebelumnya sudah dilakukan. Dalam waktu dekat tim dari RS Ngoerah akan melakukan visitasi untuk layanan stroke dan uronefrologi,” kata Andy Suhaeri saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, penguatan layanan tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan rujukan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI. Pemerintah mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit daerah dalam menangani penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Empat layanan yang menjadi perhatian, yakni kanker, jantung, stroke, dan neurologi. Peningkatan layanan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan kompetensi SDM hingga pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan.

“Ini instruksi dari Kemenkes RI untuk empat penyakit yang menjadi pembunuh tertinggi di Indonesia, yakni kanker, jantung, stroke dan neurologi. Makanya layanan perlu ditingkatkan, mulai dari SDM hingga prasarananya,” ujarnya.

Andy menjelaskan, RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat saat ini terus berupaya meningkatkan kompetensi pelayanan untuk mendukung penguatan empat layanan prioritas tersebut.

Untuk layanan stroke, misalnya, rumah sakit telah memiliki perangkat CT Scan yang dapat digunakan untuk membantu mendeteksi kondisi stroke, termasuk membedakan jenis stroke berdasarkan hasil pemeriksaan pencitraan.

Sementara untuk layanan jantung, RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat tengah mempersiapkan pembangunan ruang catheterization laboratory (Cath Lab) sekaligus ruang intensive cardiac care unit (ICCU).

“Tahun ini anggarannya sudah ada untuk membangun ruang Cath Lab sekaligus ruang ICCU. Nantinya semua pasien pemasangan ring jantung bisa ditangani di ruang tersebut,” jelasnya.

Sedangkan untuk layanan kanker, pihak rumah sakit juga tengah mempersiapkan pemenuhan peralatan serta peningkatan kapasitas SDM. Salah satu fasilitas yang dipersiapkan berkaitan dengan penanganan kemoterapi.

“Untuk kanker, kami akan diberikan peralatan yang berfungsi untuk mencampur obat kemoterapi. Karena itu, kami saat ini mempersiapkan SDM dengan mengikuti program pendidikan di luar daerah guna menunjang empat layanan tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan visitasi oleh tim RS Ngoerah nantinya tidak hanya melihat keberadaan fasilitas, tetapi juga mengukur sejauh mana kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai standar.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi forum diskusi untuk memperoleh rekomendasi pengembangan pelayanan dari tim pengampu.

Berdasarkan agenda, visitasi pengampuan pelayanan uronefrologi di NTB dijadwalkan berlangsung pada 3-5 September 2026 di RSUD Sumbawa dan RSUD Asy-Syifa’ Sumbawa Barat. Kegiatan melibatkan tim RS Ngoerah, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, RSUD Provinsi NTB serta tim rumah sakit yang dikunjungi.

Andy mengatakan, penguatan pelayanan tersebut juga mengacu pada kebijakan terbaru Kementerian Kesehatan yang mengatur kompetensi pelayanan rumah sakit.

Dalam ketentuan tersebut, terdapat 24 kompetensi layanan yang diukur berdasarkan tingkatan kemampuan rumah sakit, yakni dasar, madya, utama dan paripurna.

“Saat ini kami di madya untuk layanan ibu, anak dan obgyn. Jadi secara bertahap kompetensi layanan akan terus kami tingkatkan sesuai standar yang ditetapkan,” pungkasnya.(SN01)