Pelatihan Pencegahan & Mitigasi Bencana, BPBD-PUPR Sumbawa Ajak Warga Peduli Lingkungan
Sumbawa Besar, SapaNTB.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 yang diselenggarakan BPBD Kabupaten Sumbawa, Jumat (30/10/2026), bertempat di Hotel Edelweiss Coffee and Eatery, Kelurahan Brang Biji, Sumbawa Besar.
Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si.Apt., M.Si., yang akrab disapa Haji Jun, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa secara umum terdapat tiga jenis bencana yang perlu diketahui masyarakat.
Pertama, bencana alam, yaitu bencana yang disebabkan oleh peristiwa alam, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan kekeringan.
Kedua, bencana non alam, seperti wabah penyakit, pandemi COVID-19, serta kegagalan teknologi.
Ketiga, bencana sosial, yaitu bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau konflik antar manusia, seperti konflik sosial dan peperangan antarnegara.
Melalui pemaparan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui jenis-jenis bencana, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai potensi ancaman bencana di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Selain itu, pentingnya menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kawasan hutan, serta memperhatikan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya bencana.
“Secara umum, ada tiga jenis bencana yang perlu dipahami masyarakat, yakni bencana alam, nonalam, dan sosial. Karena itu, masyarakat perlu mengenali potensi ancaman di lingkungannya serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana,” ujar Haji Jun.
Sementara itu, Rocky Zamabutar, ST, selaku Kepala Bidang Bangunan Gedung dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, menyampaikan materi bertajuk “Mitigasi Struktural dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten Sumbawa”. Materi tersebut mengangkat pentingnya membangun infrastruktur yang benar-benar mampu melindungi masyarakat, mulai dari kajian risiko hingga pemeliharaan.
Dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, masyarakat juga perlu memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Ketika gempa bumi terjadi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, berlindung di bawah meja yang kokoh apabila berada di dalam ruangan, melindungi kepala, serta menjauhi kaca dan benda-benda yang berpotensi jatuh. Setelah guncangan berhenti, masyarakat dapat menuju tempat terbuka melalui jalur evakuasi yang aman.
Masyarakat juga diharapkan menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, perlengkapan P3K, senter, air minum, dan kebutuhan darurat lainnya. Mengenali jalur evakuasi serta titik kumpul aman juga menjadi langkah penting, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Mitigasi bencana harus dimulai dari pembangunan infrastruktur yang aman dan sesuai kajian risiko. Selain itu, masyarakat perlu memahami langkah penyelamatan diri, menyiapkan tas siaga, serta mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman,” ujar Rocky Zamabutar.
Melalui kegiatan ini, BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan, mengenali potensi ancaman bencana, serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat. Dengan pengetahuan dan persiapan yang baik, risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana diharapkan dapat diminimalkan, pungkasnya.(SN02)
