Pos Damkar Poto Tano Masuk Rencana Pembangunan APBD-P 2026
Sumbawa Barat, SapaNTB.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat jangkauan pelayanan pemadam kebakaran dengan menambah satu pos Damkar di Kecamatan Poto Tano. Pembangunan pos yang berlokasi di Desa Senayan tersebut direncanakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 800 juta.
Penambahan fasilitas ini menjadi langkah strategis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) KSB untuk memperpendek jarak jangkauan petugas sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kebakaran, terutama target waktu tanggap atau *response time* maksimal 15 menit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat, Drs. H Abdul Razak, mengatakan keberadaan pos baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan kebakaran maupun kondisi kedaruratan lainnya, khususnya di wilayah Kecamatan Poto Tano dan sekitarnya.
“Pembangunan pos ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga petugas dapat lebih cepat merespons apabila terjadi kebakaran,” ujar Abdul Razak kepada Warta Sumbawa, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini KSB telah memiliki empat pos pemadam kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah. Dengan penambahan Pos Damkar Poto Tano, jumlah pos pelayanan akan meningkat menjadi lima unit.
Menurutnya, penguatan infrastruktur pelayanan tersebut masih menjadi kebutuhan karena belum seluruh kecamatan memiliki pos Damkar secara mandiri. Tiga wilayah yang masih membutuhkan perhatian, yakni Kecamatan Sekongkang, Maluk, dan Brang Ene.
Karena itu, pemerataan keberadaan pos pemadam kebakaran menjadi salah satu agenda pengembangan pelayanan ke depan. Semakin dekat lokasi pos dengan wilayah pelayanan, semakin besar peluang petugas tiba di lokasi kejadian sesuai standar waktu tanggap yang telah ditetapkan.
Abdul Razak menambahkan, anggaran sekitar Rp 800 juta yang disiapkan untuk pembangunan Pos Damkar Poto Tano tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan fisik, tetapi juga mencakup kebutuhan sarana dan prasarana pendukung, termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD) lengkap bagi personel.
Ia berharap penambahan pos tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan petugas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.
“Dengan adanya penambahan pos ini, kami berharap pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan target “response time” sesuai Standar Pelayanan Minimal dapat tercapai,” pungkasnya. (SN01)
