Dikes KSB Apresiasi Kesiapan RSUD Asy-Syifa’ Hadapi Visitasi KI NTB

IMG-20261016-WA0012

Sumbawa Barat, SapaNTB.com — Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat mendukung penguatan keterbukaan informasi publik di RSUD Asy-Syifa’ sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Akhiruddin Juliadi, S.K.M., M.Si., yang menghadiri Visitasi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di RSUD Asy-Syifa’ pada 15 Oktober 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan Komisi Informasi (KI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu dipimpin Ketua KI NTB, Sahnam, S.H., bersama dua komisioner lainnya. Turut hadir Direktur RSUD Asy-Syifa’, Andy Suhaeri, S.ST., M.M.Inov., serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala Dikes KSB, dr. Carlof, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen manajemen RSUD Asy-Syifa’ dalam memperkuat pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Menurutnya, keberadaan PPID memiliki peran strategis dalam memastikan hak masyarakat untuk memperoleh informasi publik dapat terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi upaya RSUD Asy-Syifa’ dalam memperkuat pengelolaan PPID guna meningkatkan keterbukaan informasi dan kualitas tata kelola rumah sakit,” ujar dr. Carlof.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban badan publik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Karena itu, pengelolaan informasi harus dilakukan secara jelas, akurat, transparan, dan mudah diakses masyarakat. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan kerahasiaan medis serta perlindungan data pribadi pasien.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dikes KSB, Akhiruddin Juliadi, SKM, MSi turut mengapresiasi kesiapan dan komitmen manajemen RSUD Asy-Syifa’ dalam mengikuti proses visitasi dan evaluasi keterbukaan informasi publik.

Ia menilai, kesiapan rumah sakit dalam menyampaikan informasi yang didukung data aktual menjadi salah satu aspek penting dalam menunjukkan kualitas pengelolaan informasi sekaligus memperkuat akuntabilitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mendukung komitmen RSUD Asy-Syifa’ dalam memperkuat keterbukaan informasi publik. Informasi yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan yang profesional serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Akhiruddin, yang akrab disapa Heru, mantan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BNN Kabupaten Sumbawa Barat.

Heru juga mengaku salut terhadap kesiapan jajaran manajemen RSUD Asy-Syifa’ dalam menyampaikan argumentasi di hadapan Ketua dan komisioner KI NTB. Menurutnya, pemaparan yang didukung data-data aktual menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai pelaksanaan keterbukaan informasi publik di lingkungan rumah sakit.

Ia berharap, seluruh proses visitasi dan evaluasi tersebut dapat memberikan hasil maksimal serta menjadi momentum bagi RSUD Asy-Syifa’ untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik.

“Semoga hasil Visitasi Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di RSUD Asy-Syifa’ oleh Komisi Informasi Provinsi NTB mencapai hasil maksimal dan memuaskan,” harap Heru.

Melalui evaluasi tersebut, Dikes KSB berharap pengelolaan PPID di RSUD Asy-Syifa’ semakin optimal, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara mudah dan tepat, sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan semakin dipercaya masyarakat.(SN01)