Diskominfo KSB Tindaklanjuti Keluhan Warga, Telkomsel Pulihkan Jaringan Kiantar
Sumbawa Barat, SapaNTB.com – Gangguan jaringan seluler (blank signal) yang sempat melanda wilayah Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, mulai berangsur pulih. Per Selasa (28/7/2026), pihak provider Telkomsel telah melakukan penanganan dengan mengganti perangkat penunjang jaringan yang rusak akibat pencurian kabel power di Site TWG012 oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy SP,.MSi menjelaskan bahwa hilangnya kabel power di Site TWG012 baru diketahui setelah pihaknya menyampaikan keluhan masyarakat kepada Telkomsel terkait gangguan sinyal yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
“Kabel power di Site TWG012 baru diketahui hilang oleh pihak Provider Telkomsel setelah kami dari Dinas Kominfo KSB menyampaikan keluhan warga yang mengeluhkan hilangnya sinyal seluler. Setelah ditelusuri, ternyata perangkat tersebut hilang karena dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Dedy.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Manajer Operasional PT Telkomsel wilayah Nusa Tenggara Barat langsung menginstruksikan tim teknis untuk melakukan perbaikan dengan memasang perangkat baru sebagai pengganti perangkat yang hilang.
“Alhamdulillah, penanganan sudah dilakukan. Saat ini proses pemulihan masih berjalan dan diharapkan dalam waktu dekat jaringan akan kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan,” katanya.
Dedy mengapresiasi respons cepat Telkomsel dalam menangani persoalan tersebut. Namun, ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar bersama-sama menjaga keamanan aset penunjang jaringan telekomunikasi.
“Kami meminta perangkat desa, pihak kecamatan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas setempat untuk bersama-sama menjaga properti tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun kabel power di Site TWG012 bukan merupakan aset pemerintah desa, dampak yang ditimbulkan akibat pencurian tersebut sangat dirasakan masyarakat luas karena menyebabkan gangguan komunikasi seluler selama beberapa hari.
“Semua pihak memiliki kepentingan terhadap keberadaan infrastruktur telekomunikasi ini. Bayangkan jika tidak ada sinyal internet, tentu berbagai aktivitas masyarakat akan terganggu,” tambahnya.
Dedy menegaskan, di era digital saat ini jaringan telekomunikasi telah menjadi kebutuhan vital masyarakat. Bahkan, hilangnya kabel power di Site TWG012 tidak hanya berdampak pada wilayah Kiantar, tetapi juga memengaruhi kualitas jaringan hingga menjangkau sebagian wilayah Kecamatan Seteluk.
Karena itu, ia kembali mengajak seluruh unsur pemerintah desa, kecamatan, aparat keamanan, serta masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dalam menjaga fasilitas telekomunikasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kerusakan atau hilangnya perangkat seperti ini memberikan dampak yang sangat serius terhadap aktivitas komunikasi dan mobilitas masyarakat. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga aset tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Poto Tano, Mukhlis, S.Pd., mengaku prihatin atas dugaan pencurian kabel power yang menyebabkan terganggunya layanan seluler di wilayahnya.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari Sekretaris Desa Kiantar, gangguan sinyal masih dirasakan masyarakat meskipun proses perbaikan telah dilakukan oleh pihak provider.
“Kami berharap kondisi jaringan segera kembali normal seperti sediakala. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, InsyaAllah kami akan berkoordinasi dengan kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar keamanan di sekitar lokasi site dapat ditingkatkan,” ujar Mukhlis.(SN01)
