Distan KSB Tingkatkan Pendampingan, Progres Agribisnis Sapi Bali Dipacu Hingga 50 Persen
Sumbawa Barat, SapaNTB.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mempercepat pelaksanaan Program Agribisnis Sapi Bali sebagai salah satu program unggulan KSB Maju Luar Biasa. Hingga pertengahan Juli 2026, progres pembangunan fisik kandang dan sarana pendukung pada sejumlah kelompok penerima manfaat telah mencapai sekitar 30 hingga 50 persen, dengan target seluruh pekerjaan swakelola rampung pada 29 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov, mengatakan perkembangan tersebut merupakan hasil pemantauan langsung tim Dinas Pertanian di sejumlah kecamatan. Monitoring dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi kelompok di lapangan.
Menurutnya, progres pembangunan terlihat di antaranya pada Kelompok Batu Dulang di Kecamatan Brang Ene dan Kelompok Bureli Farm di Kecamatan Seteluk yang saat ini terus mempercepat pembangunan kandang beserta fasilitas pendukungnya.
“Pembangunan terus berjalan sesuai tahapan. Kami optimistis target penyelesaian swakelola pada 29 Agustus 2026 dapat tercapai apabila seluruh kelompok tetap konsisten bekerja dan mendapat pendampingan yang maksimal,” ujar Jamilatun.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi lapangan, progres pekerjaan ditargetkan terus meningkat hingga mencapai sekitar 50 persen pada akhir Juli 2026. Untuk memenuhi target tersebut, seluruh fasilitator diminta meningkatkan intensitas pendampingan kepada kelompok penerima manfaat.
Pendampingan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik kandang, tetapi juga mencakup pengembangan tanaman pakan ternak, penguatan administrasi kelompok, serta pendampingan teknis di lapangan. Dinas Pertanian juga melakukan pemantauan secara berkala melalui laporan rutin dari para fasilitator.
“Fasilitator memiliki peran penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Koordinasi harus terus dilakukan sehingga setiap kendala dapat segera diatasi,” katanya.
Selain pembangunan kandang, kesiapan penyediaan pakan ternak juga menjadi perhatian. Saat ini pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung lahan hijauan pakan ternak telah berjalan dengan capaian rata-rata sekitar 30 persen.
Meski demikian, Jamilatun mengakui pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menyamakan persepsi di antara sebagian anggota kelompok terkait mekanisme dan pelaksanaan program.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian akan menggelar evaluasi bersama seluruh kelompok agar tercipta kesamaan pemahaman, komitmen, serta penguatan koordinasi dalam menjalankan program.
“Kami berharap seluruh kelompok tetap optimistis menyukseskan program ini. Kerja sama harus tetap solid, koordinasi terus berjalan, serta keterbukaan dan gerak cepat sangat diperlukan karena ini merupakan program prioritas daerah. Jika ada kendala, segera disampaikan agar bisa dicarikan solusi bersama,” tegasnya.
Program Agribisnis Sapi Bali merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis plasma agribisnis pembibitan sapi. Program ini diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan KSB sebagai salah satu sentra pembibitan sapi unggulan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak melalui sistem agribisnis yang berkelanjutan.
Melalui pengawasan lapangan yang dilakukan secara berkala, Dinas Pertanian memastikan seluruh pekerjaan tetap berada pada jalur yang telah direncanakan. Seluruh kelompok juga diminta terus mencicil penyelesaian setiap tahapan pekerjaan yang masih tertunda agar target penyelesaian pada akhir Agustus 2026 dapat tercapai sesuai jadwal, sehingga program dapat segera memasuki tahapan berikutnya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat pada November mendatang. (SN01)
