Gebyar PAUD 2026, Bupati Amar Dorong Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak

Sumbawa Barat, SapaNTB.com — Dengan mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Anak, dan Bangun Masa Depan” Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat, kembali menggelar Festival Laskar Undru Gebyar PAUD Tahun 2026, pada Selasa (1/9/2026), di Lapangan Graha Fitrah, Kompleks Kemutar Telu Center (KTC).

Kegiatan diikuti oleh 216 anak dari perwakilan satuan PAUD di delapan kecamatan se-Kabupaten Sumbawa Barat, dilaksanakan secara tekhnis melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non-Formal – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat.

Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., turut serta dalam Festival Laskar Undru Gebyar PAUD Tahun 2026, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut,
berkenaan masa usia dini merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Anak-anak PAUD ini berada pada usia emas, yaitu masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan mereka,” ucap Bupati.

Bahkan Ia menekankan, pentingnya pendampingan terhadap anak pada lima tahun pertama kehidupan, baik melalui pendidikan di satuan PAUD maupun pengasuhan di lingkungan keluarga.

“Ketika fondasi pada usia dini dibangun dengan baik, InsyaAllah tahap pendidikan berikutnya akan menjadi lebih mudah,” ujar Bupati

Karenanya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dalam menunjukkan kreativitas dan keberanian anak anak.

Melalui Festival Laskar Undru Gebyar PAUD Tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong pendidikan anak usia dini yang tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga mengenalkan nilai sejarah, budaya, dan semangat perjuangan daerah dengan cara yang sesuai dengan dunia anak.

Bahwa Gebyar PAUD menjadi ruang bagi anak-anak untuk berekspresi, berkreasi, bermain, dan menunjukkan potensi diri dalam suasana yang menyenangkan.

Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat diwakili Sekretaris Dinas (Sekdis), Suarman SPd, MSi mengemukakan, Gebyar PAUD bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini.

“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan komitmen bersama. Anak adalah amanah. Anak adalah aset negara, aset daerah, dan penentu masa depan, khususnya bagi Kabupaten Sumbawa Barat,” paparnya.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), lanjut Suarman SPd, MSi, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Gebyar PAUD juga menjadi ruang silaturahmi, berekspresi, beraktivitas, dan belajar yang melibatkan anak, pendidik, orang tua, serta masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus diarahkan untuk mendukung akselerasi dan implementasi Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Sumbawa Barat, khususnya dalam memperkuat akses dan partisipasi anak dalam pendidikan prasekolah.

Selain itu, kegiatan memberikan kesempatan kepada anak untuk memperoleh pengalaman belajar melalui aktivitas yang mendorong keberanian, kreativitas, keceriaan, dan rasa percaya diri. Keberhasilan kegiatan tidak semata-mata dilihat dari hasil perlombaan, tetapi juga dari pengalaman dan proses yang diperoleh anak selama mengikuti kegiatan.

“Festival ini bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Bukan semata-mata tentang siapa yang mendapatkan juara. Akan tetapi, yang utama adalah bagaimana kegiatan ini dapat membangun keberanian, kreativitas, keceriaan, pengalaman belajar, serta menumbuhkan rasa percaya diri pada diri anak,” pungkas, Suarman.

Rangkaian kegiatan terdiri atas Tari Kreasi, Senam Anak Indonesia Hebat, Project Kelompok, dan Deville. Tari Kreasi dan Senam Anak Indonesia Hebat dilaksanakan di Lapangan Graha Fitrah, sedangkan Project Kelompok berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara. Kegiatan juga menjadi sarana untuk mengenalkan semangat perjuangan Laskar Undru melalui aktivitas dan penampilan yang dekat dengan dunia anak.

Pengenalan tersebut turut ditampilkan melalui Tari Kolosal Laskar Undru yang dibawakan oleh 100 anak PAUD persembahan TK Mulya Kecamatan Taliwang. Selain menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan, penampilan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan sejarah dan nilai perjuangan daerah kepada anak sejak usia dini melalui seni.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengenalan sejarah dan semangat perjuangan Laskar Undru dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan anak sejak usia dini, sekaligus memperkuat karakter, kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri sebagai bekal menuju jenjang pendidikan berikutnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov. selaku Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa Barat, Sekretaris Daerah KSB drh. Hairul, M.M., jajaran Asisten dan Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, para Camat, Lurah dan Kepala Desa, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan, organisasi mitra bidang pendidikan, pengawas sekolah, kepala satuan pendidikan PAUD, guru dan pendidik PAUD, serta anak-anak peserta Gebyar PAUD bersama para pendamping.(SN01)