Kadinkes KSB Periksa Bayi Stunting di Sela Intervensi Serentak P3S
Sumbawa Barat, SapaNTB.com — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM, turun langsung memeriksa bayi yang menjadi sasaran penanganan stunting saat pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan dan Penanganan Stunting (P3S) di Posyandu Batu Hijau 1, Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Selasa (18/8/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan di sela kunjungan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov, untuk melihat secara langsung pelaksanaan intervensi serentak sekaligus memastikan pelayanan kesehatan dan pendampingan terhadap sasaran stunting berjalan optimal.
“Intervensi serentak ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak dapat dipantau secara langsung, sehingga apabila ditemukan masalah, dapat segera diberikan tindak lanjut sesuai kebutuhannya,” ujar dr. Carlof.
Dalam kesempatan itu, dr. Carlof berinteraksi langsung dengan masyarakat serta melakukan pemeriksaan terhadap bayi yang masuk dalam sasaran penanganan stunting. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak mendapat perhatian serta tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Kegiatan Intervensi Serentak P3S menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat deteksi dini terhadap masalah pertumbuhan anak. Pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada pemeriksaan, tetapi juga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, pelayanan kesehatan, serta pendampingan kepada keluarga sasaran.
“Penanganan stunting tidak cukup hanya dengan pemeriksaan, tetapi harus diikuti pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan. Keluarga juga memiliki peran penting dalam memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau,” katanya.
Kehadiran langsung jajaran pemerintah daerah di Posyandu juga menunjukkan komitmen Pemkab Sumbawa Barat dalam memperkuat penanganan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.
Melalui intervensi serentak tersebut, pemerintah berharap setiap anak yang terindikasi mengalami masalah pertumbuhan dapat segera teridentifikasi dan memperoleh penanganan yang tepat sesuai kondisi masing-masing.
Upaya ini sekaligus mendorong keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat dalam memastikan tumbuh kembang anak terpantau secara rutin melalui pelayanan Posyandu.(SN01)
