KONI KSB Keberatan Venue Kick Boxing Porprov Dipindah, Nilai Keputusan Rugikan Daerah

Sumbawa Barat, SapaNtb.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (KONI KSB) menyatakan keberatan atas keputusan pemindahan venue cabang olahraga Kick Boxing pada Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat (Porprov NTB). Padahal, KSB sebelumnya telah ditetapkan sebagai tuan rumah dan mengklaim seluruh persiapan pelaksanaan sudah berjalan matang.

Ketua KONI KSB, Andi Laweng, SH., MH., mengaku terkejut sekaligus kecewa setelah menerima informasi adanya usulan dari pengurus Kick Boxing NTB untuk memindahkan lokasi pertandingan. Menurutnya, keputusan tersebut tidak menghargai proses panjang yang telah dilalui hingga KSB ditetapkan sebagai tuan rumah.

“Saya sangat kaget dan kecewa dengan adanya pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov cabang olahraga Kick Boxing,” tegas Andi.

Usai menerima informasi tersebut, Andi langsung meminta klarifikasi kepada Ketua Kick Boxing KSB guna mengetahui dasar pemindahan venue. Dari hasil komunikasi itu, ia menilai keputusan tersebut tidak melalui mekanisme yang semestinya.

Menurut Andi, penetapan KSB sebagai tuan rumah sebelumnya telah melewati tahapan verifikasi dan pembahasan yang cukup panjang. Karena itu, ia mempertanyakan keputusan yang dinilai hanya berlandaskan permintaan pengurus provinsi.

“KONI NTB harus memahami prosedur penetapan lokasi Porprov. Tidak bisa serta-merta menyetujui pemindahan lokasi tanpa mempertimbangkan proses yang telah dilalui,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pemindahan venue berdampak langsung terhadap kerugian daerah. Pasalnya, KONI KSB bersama panitia telah mengalokasikan anggaran dan melakukan berbagai persiapan, termasuk pengadaan material yang akan digunakan saat pertandingan berlangsung.

“Kami sudah mengeluarkan biaya cukup besar untuk persiapan. Tentu kami sangat dirugikan dengan keputusan ini,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Kick Boxing KSB, Santri Yusmulyadi, ST., mengaku kecewa terhadap kebijakan pengurus Kick Boxing NTB. Ia bahkan mengaku diberhentikan dari kepengurusan di tengah proses persiapan pelaksanaan Porprov.

“Saya kaget diberhentikan saat sedang mempersiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan Porprov. Setelah itu lokasi pertandingan juga dipindahkan,” ungkap Santri.

Santri menduga persoalan tersebut berkaitan dengan kebijakan pengelolaan anggaran. Menurutnya, KONI KSB bersama pemerintah daerah tetap berpegang pada aturan bahwa anggaran penyelenggaraan harus dikelola oleh KONI dan cabang olahraga di daerah sebagai tuan rumah.

“Kenapa anggaran harus diberikan ke Kick Boxing NTB, sementara pelaksanaannya di KSB,” katanya.

Ia juga menyoroti alasan keamanan yang disebut menjadi salah satu pertimbangan pemindahan venue. Menurutnya, alasan tersebut tidak berdasar dan justru melukai masyarakat Sumbawa Barat.

“KSB merupakan daerah yang dikenal sebagai kabupaten dengan zero horizontal conflict atau daerah yang sangat aman di NTB,” tegasnya.

Meski demikian, Santri memastikan polemik tersebut tidak akan mengurangi komitmennya mendampingi atlet Kick Boxing KSB yang akan bertanding pada Porprov NTB. Ia menegaskan fokus utamanya tetap mengawal para atlet agar mampu meraih prestasi.

“Saya tidak mengejar jabatan sebagai ketua cabor. Yang terpenting, semangat atlet untuk meraih medali tidak boleh surut meski venue dipindahkan,” pungkasnya.(SN01)