Pemkab Sumbawa Barat Dorong Partisipasi Masyarakat, Capaian Sensus Ekonomi 2026 Baru 7,6 Persen
Sumbawa Barat, SapaNtb.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengapresiasi upaya Badan Pusat Statistik (BPS) dalam memperkuat sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026, meskipun pelaksanaannya telah berjalan. Hingga saat ini, capaian pendataan di Kabupaten Sumbawa Barat baru mencapai 7,6 persen, masih jauh dari target sekitar 25 persen pada akhir Juni 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan di Aula Kantor BPS Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (23/6/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPS yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan melibatkan berbagai pihak. Pembangunan ekonomi yang kuat harus dimulai dari data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan sensus.
Menurutnya, rendahnya capaian pendataan saat ini menjadi perhatian bersama. Dari laporan BPS, angka 7,6 persen masih berada di bawah target yang diharapkan, sehingga diperlukan dukungan semua pihak agar target dapat tercapai tepat waktu.
Bupati juga menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus dilakukan melalui dua metode, yakni pendataan langsung oleh petugas ke rumah tangga dan pelaku usaha, serta metode “Ngisi Bareng” untuk usaha menengah dan besar. Sebanyak 145 petugas sensus saat ini diterjunkan dengan target rata-rata 500 responden per petugas.
“Saya berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang sesuai kondisi sebenarnya. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sumbawa Barat, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Namun, dalam delapan hari pertama, capaian pendataan masih berada di angka 7,6 persen.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya sensus sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam memberikan data yang akurat.
Menurutnya, salah satu tantangan di lapangan adalah masih adanya masyarakat yang belum bersedia menerima petugas sensus maupun memberikan informasi. Hal tersebut diduga disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai tujuan sensus.
“Kami pastikan seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa data yang dihimpun tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan, melainkan sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi nasional dan daerah selama sepuluh tahun ke depan.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus kelima yang dilaksanakan di Indonesia setelah tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016. Pada pelaksanaan kali ini, pendataan tidak hanya mencakup unit usaha, tetapi juga seluruh keluarga yang memiliki aktivitas ekonomi.
Pendataan dilakukan terhadap 20 kategori lapangan usaha dengan memanfaatkan sistem digital yang memungkinkan pemantauan secara real time melalui dashboard nasional. Berbagai inovasi juga diterapkan, seperti pemanfaatan data administrasi, geotagging, kecerdasan buatan (AI), layanan chatbot, serta aplikasi FASIH untuk validasi otomatis.
BPS juga menjamin kerahasiaan data responden sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, di mana data individu maupun perusahaan tidak akan dipublikasikan secara terbuka.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akan terus bersinergi dengan BPS melalui penguatan sosialisasi, pemantauan capaian, fasilitasi kegiatan “Ngisi Bareng”, serta pendampingan petugas hingga tingkat desa.
Ke depan, sosialisasi akan diperluas melalui media massa, perangkat daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Diharapkan, melalui kolaborasi seluruh pihak, target pendataan dapat tercapai sehingga menghasilkan data ekonomi yang akurat dan menjadi dasar pembangunan daerah dalam satu dekade mendatang.
Dengan demikian Pelaksanaan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dihadiri oleh para sejumlah pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama, insan Pers, serta pelaku usaha di Kabupaten Sumbawa Barat.(SN01)
