Kasus Kebakaran di KSB Turun, Damkarmat Tangani 108 Evakuasi

IMG-20261101-WA0012

Sumbawa Barat, SapaNTB.com – Layanan penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya berkutat pada penanganan kebakaran. Sepanjang 2025, instansi ini justru lebih banyak disibukkan dengan berbagai kejadian nonkebakaran yang membutuhkan respons cepat petugas di lapangan.

Berdasarkan catatan Damkarmat KSB, terdapat 108 kejadian nonkebakaran yang berhasil ditangani, sementara kasus kebakaran tercatat sebanyak 33 kejadian, meliputi kebakaran lahan, bangunan gedung, hingga kendaraan.

Kepala Damkarmat KSB, Drs. H. Abdul Razak, mengatakan bahwa evakuasi hewan berbahaya menjadi salah satu layanan penyelamatan yang paling banyak ditangani personelnya. Sepanjang tahun lalu, tercatat 67 kejadian evakuasi hewan berbahaya.

“Sepanjang tahun 2025, kami menangani 33 kejadian kebakaran dan 108 kejadian nonkebakaran. Dari jumlah kejadian nonkebakaran tersebut, sebanyak 67 kasus merupakan evakuasi hewan berbahaya,” papar Abdul Razak.

Selain itu, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) Damkarmat KSB juga memberikan pelayanan pelepasan cincin sebanyak tujuh kasus, evakuasi tawon vespa, serta sejumlah penanganan penyelamatan lainnya.

Di sisi lain, catatan kejadian kebakaran menunjukkan perkembangan positif. Jumlah kasus pada 2025 turun menjadi 33 kejadian dibandingkan 39 kejadian pada 2024 atau berkurang enam kasus.

Abdul Razak menilai penurunan tersebut tidak terlepas dari semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran. Untuk memperkuat upaya tersebut, Damkarmat KSB secara berkelanjutan melaksanakan sosialisasi dan edukasi langsung ke tengah masyarakat maupun sekolah-sekolah.

Dalam kegiatan itu, Damkarmat turut menggandeng PLN untuk memberikan pemahaman mengenai penggunaan peralatan listrik yang aman serta instalasi kelistrikan sesuai standar nasional Indonesia (SNI).

“Keterlibatan PLN penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penggunaan alat listrik yang sesuai standar SNI, karena banyak kebakaran rumah disebabkan oleh arus pendek listrik,” jelasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami risiko penggunaan listrik yang tidak sesuai standar, sekaligus lebih peduli terhadap kondisi instalasi listrik di rumah maupun lingkungan sekitarnya sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran.(SN01)