Perkuat Respons Darurat, Mahasiswa FKes UNSA dan Tim Disdamkartan Sumbawa Bersinergi di Posko Bencana
Sumbawa Besar, SapaNTB.com – Sinergi antara tenaga kesehatan dan tim penyelamat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan korban saat bencana terjadi. Komitmen tersebut diperlihatkan melalui kolaborasi mahasiswa Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Samawa (UNSA) bersama personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Sumbawa dalam kegiatan Gladi Lapang (Field Training Exercise/FTX) Penanggulangan Bencana yang digelar di Lapangan SDN Pungkit, Kecamatan Moyo Utara.
Pada simulasi yang dipusatkan di Tenda Posko Penanggulangan Bencana itu, mahasiswa FKes UNSA dan petugas Disdamkartan mempraktikkan penanganan korban secara terpadu, mulai dari proses evakuasi di lokasi terdampak hingga pemberian pertolongan pertama dan penanganan medis darurat di pos kesehatan. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas sektor agar respons terhadap kondisi darurat dapat berlangsung cepat, tepat, dan terintegrasi.
Komandan Peleton (Danton) Penyelamatan Disdamkartan Kabupaten Sumbawa, Iman Santosa, menegaskan bahwa keberhasilan operasi penyelamatan saat bencana sangat bergantung pada keterpaduan antara tim evakuasi dan tim medis.
“Dalam situasi darurat seperti banjir, penyelamatan fisik dan penanganan medis awal harus berjalan beriringan tanpa jeda. Sinergi bersama mahasiswa keperawatan dan tim medis di posko ini sangat penting untuk memastikan korban mendapatkan pertolongan dengan cepat dan tepat,” ujar Iman Santosa.
Ia menjelaskan, setiap korban yang berhasil dievakuasi harus segera menjalani asesmen medis sehingga kondisi korban dapat segera ditangani sesuai tingkat kedaruratannya. Karena itu, komunikasi yang efektif antara petugas penyelamat dan tenaga kesehatan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Senada dengan itu, anggota Regu 2 Peleton Penyelamatan Disdamkartan Sumbawa, Budiansyah, menilai simulasi tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya koordinasi antar tim selama proses evakuasi.
“Simulasi ini memperjelas alur koordinasi dari tim penyelamat di lapangan ke Posko Kesehatan. Kehadiran adik-adik mahasiswa FKes UNSA sangat membantu memperlancar alur simulasi penanganan korban,” ungkap Budiansyah.
Menurutnya, latihan terpadu seperti ini menjadi sarana yang efektif untuk menyamakan prosedur kerja, memperkuat komunikasi, serta meningkatkan kesiapan personel ketika menghadapi bencana yang sesungguhnya.
Melalui Gladi Lapang Penanggulangan Bencana tersebut, kolaborasi antara dunia akademik, petugas pemadam dan penyelamatan, tenaga kesehatan, serta unsur penanggulangan bencana di Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin solid. Sinergi lintas sektor ini menjadi modal penting dalam membangun sistem respons darurat yang lebih tangguh, profesional, dan mampu memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat saat terjadi bencana.(SN02)
