Sinergi Keperawatan UNSA dan Puskesmas Moyo Utara Sukseskan Gladi Lapang Penanggulangan Bencana MDMC

Sumbawa Besar, SapaNTB.com – Sinergi antara dunia pendidikan dan layanan kesehatan kembali diperlihatkan dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tiga mahasiswi Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa (UNSA), dipimpin Nazla Farhan, bergabung dengan Tim Medis Puskesmas Moyo Utara pada kegiatan Field Training Exercise (FTX) atau Gladi Lapang Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Sumbawa melalui Program Karang Tangguh di Lapangan SDN Pungkit, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan menguji efektivitas Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem koordinasi, serta kesiapsiagaan seluruh unsur desa dan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi darurat akibat bencana banjir.

Pada simulasi tersebut, Pos Kesehatan Lapangan menjadi salah satu titik utama penanganan korban. Mahasiswi Keperawatan UNSA bersama tim medis Puskesmas Moyo Utara bekerja secara terpadu menangani berbagai skenario kegawatdaruratan, mulai dari asesmen awal korban, pemberian pertolongan pertama, pembalutan luka, stabilisasi pasien, hingga simulasi proses rujukan ke fasilitas kesehatan.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menguji kecepatan respons tenaga medis sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor saat menghadapi situasi bencana yang sesungguhnya.

Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Moyo Utara sekaligus Koordinator Instalasi Gawat Darurat (IGD), Devi Vianti, S.Kep., Ns., mengapresiasi keterlibatan seluruh personel, termasuk mahasiswa Keperawatan UNSA, dalam mendukung kelancaran simulasi.

“Melalui simulasi ini, kita dapat menguji sejauh mana kecepatan respons tim medis serta kelancaran alur rujukan saat situasi darurat bencana. Kehadiran rekan-rekan mahasiswa Keperawatan UNSA juga sangat membantu dan menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan gawat darurat,” ujar Devi Vianti.

Menurutnya, latihan lapangan seperti ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga memperkuat komunikasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan secara cepat dalam kondisi krisis, sehingga pelayanan kepada korban dapat dilakukan secara efektif dan terintegrasi.

Keikutsertaan relawan mahasiswa Keperawatan UNSA merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi MDMC Kabupaten Sumbawa kepada pihak Universitas Samawa untuk mendukung pelaksanaan gladi lapang, khususnya dalam memperkuat layanan medis di Pos Kesehatan Lapangan.

Melalui kegiatan ini, MDMC Sumbawa berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, relawan, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, kapasitas sumber daya manusia, koordinasi antarinstansi, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dapat terus ditingkatkan demi meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.(SN02)