Posyandu Naik Kelas, KSB Siapkan Layanan Kesehatan Terintegrasi Berbasis Masyarakat

Sumbawa Barat, SapaNtb.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mematangkan langkah transformasi Posyandu menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi yang aktif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini dibahas dalam Pertemuan Penyusunan Program Kerja Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Tahun 2027 yang digelar di Aula Hanipati Resto, Taliwang, Selasa (21/04).

Kepala Dinas Kesehatan melaporkan, Posyandu di KSB saat ini telah berjalan rutin setiap bulan dengan cakupan layanan seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil hingga lansia. Dari total 232 Posyandu, sebanyak 1.471 kader terlibat aktif di lapangan, dengan 95,45 persen di antaranya telah mendapatkan pelatihan. Namun, masih terdapat 67 kader yang belum dilatih dan menjadi fokus pembenahan ke depan.

Pertemuan tersebut menyoroti sejumlah agenda prioritas, di antaranya penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan melalui Posyandu, peningkatan layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, deteksi dini stunting, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan sistem data dan pelaporan berbasis digital.

Selain itu, program “mabar Posyandu” mulai diperkenalkan sebagai pendekatan baru yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan dengan pemberian makanan bergizi bagi kelompok sasaran.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program berjalan efektif dan tidak parsial. Menurutnya, kerja bersama menjadi kunci percepatan pencapaian target pembangunan kesehatan di daerah.

“Kolaborasi itu penting. Jika berjalan sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal dan membutuhkan waktu lebih lama. Namun jika dilakukan bersama, program yang dirancang akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Kesehatan dr. Carlof, M.MRS., MQM, Kepala DP2KBP3A H. I Made Budi Artha, S.Sos., M.M., para camat, kepala UPTD puskesmas, TP PKK, serta kader Posyandu.

Pemkab KSB menargetkan Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan rutin, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mampu mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Fokus utama diarahkan pada penguatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, penanganan tuberkulosis (TBC), serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dalam kerangka program KSB Maju.(SN01)