Wabup Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Mataiyang, Pemkab KSB Percepat Penanganan
Sumbawa Barat, SapaNTB.com – Respon cepat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menyikapi banjir yang melanda Desa Mataiyang, Kecamatan Brang Ene. Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, turun langsung meninjau lokasi terdampak pada Rabu, 25 Februari 2026, termasuk SD SMP Mataiyang yang mengalami kerusakan cukup serius akibat luapan sungai setelah hujan deras sehari sebelumnya.
Banjir yang merendam sekolah lebih dari satu jam mengakibatkan tembok pagar roboh, atap ruang kelas rusak diterpa angin, serta jembatan penghubung antar ruang kelas ambruk. Demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik, kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
Selain fasilitas pendidikan, sejumlah infrastruktur desa turut terdampak. Di antaranya saluran irigasi tersier sepanjang sekitar 150 meter, gronjong dengan total panjang 200 meter, jalan tani Lang Banar yang putus sekitar 80 meter, serta jalan tani Lang Semempo yang mengalami kerusakan akibat longsor.
Sekretaris Desa Mataiyang, Syahabuddin, melaporkan kerusakan tersebut sekaligus menyampaikan persoalan lain yang tengah dihadapi desa, yakni keterbatasan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
“Saat ini desa belum memiliki perawat, masih kekurangan guru SD dan SMP pada beberapa mata pelajaran, serta belum tersedia satuan pendidikan jenjang Taman Kanak-kanak,” ujarnya.
Pemerintah desa berharap lulusan sarjana setempat dapat diberdayakan untuk membantu memenuhi kebutuhan guru di wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda KSB, Khusnarti SPd, MM.Inov, menjelaskan bahwa pengangkatan Pegawai Tidak Tetap tidak memungkinkan karena terbentur regulasi. Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong solusi jangka panjang melalui penegerian lembaga pendidikan, sehingga penempatan guru dapat dilakukan melalui keputusan kepala daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati setempat, Hj Hanipah menegaskan agar penanganan dilakukan secara terukur dan melibatkan lintas sektor. Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diminta segera memetakan kebutuhan riil sekolah, sementara dinas teknis terkait diarahkan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang rusak.
Wakil Bupati juga memastikan seluruh laporan dan kebutuhan mendesak Desa Mataiyang telah dicatat untuk segera ditindaklanjuti. Pemerintah daerah, tegasnya, akan terus berkoordinasi guna mempercepat pemulihan pasca-bencana.
Ia pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat. (SN01)






