Perjalanan Penerima Beasiswa AMMAN Scholars Menginspirasi Generasi Muda KSB
Sumbawa Barat, SapaNTB.com – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) memperkenalkan sejumlah perwakilan penerima beasiswa AMMAN Scholars kepada media dalam sebuah pertemuan yang dikemas dalam suasana silaturahmi dan buka puasa bersama, Senin (16/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di ISG Coffee & Eatery, Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ini menjadi ajang berbagi pengalaman, tantangan, serta mimpi para generasi muda penerima manfaat program pendidikan vokasi tersebut.
Sr Manager Impact PT AMMAN, Aji Suryanto, menjelaskan bahwa program AMMAN Scholars merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan perusahaan secara berkelanjutan di wilayah operasional, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap memasuki dunia kerja.
Menurut Aji, PPM AMMAN memiliki visi membangun komunitas yang memiliki ekosistem sosial budaya dinamis sehingga mampu membuka peluang luas bagi masyarakat untuk berkembang. Program tersebut dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Human Capital Development (pengembangan sumber daya manusia), Economic Empowerment (pemberdayaan ekonomi), serta Sustainable Tourism (pariwisata berkelanjutan).
Pada pilar Human Capital Development, AMMAN menitikberatkan pada program pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Salah satu program unggulannya adalah AMMAN Scholars yang menyediakan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi pemuda-pemudi KSB agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri serta mampu membangun masa depan yang lebih baik.
Beasiswa AMMAN Scholars mencakup pendidikan vokasi formal maupun non-formal. Pendidikan formal meliputi jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Diploma 3, sementara pendidikan non-formal berupa pelatihan keterampilan seperti operator alat berat, hospitality, hingga digital skills. Program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang siap kerja, memiliki keterampilan teknis, serta berjiwa kewirausahaan.
Dalam pelaksanaannya, AMMAN bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan sejumlah lembaga pendidikan vokasi unggulan. Kolaborasi tersebut memungkinkan para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan di sekolah, tetapi juga pengalaman praktik melalui program on the job training, pembiasaan penggunaan teknologi industri, hingga koneksi kerja setelah lulus.
Sejak diluncurkan pada 2021, program AMMAN Scholars untuk pendidikan SMK telah memasuki lima angkatan. Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 240 siswa asal Kabupaten Sumbawa Barat telah menerima manfaat beasiswa tersebut setelah melalui proses seleksi yang ketat dan transparan. Para siswa melanjutkan pendidikan di berbagai sekolah vokasi unggulan di sejumlah daerah, seperti Kudus di Jawa Tengah serta Ponorogo dan Malang di Jawa Timur.
Beberapa sekolah mitra dalam program ini di antaranya SMK PGRI 1 Kudus dengan jurusan Beauty, Spa, dan Hospitality; SMK PGRI 2 Ponorogo dengan jurusan Teknik Alat Berat; SMK PGRI 2 Kudus dengan jurusan Culinary; SMK Wisudha Karya Kudus dengan berbagai jurusan teknik dan nautika; SMK Raden Umar Said Kudus dengan jurusan Software Engineering, Animation, Graphic Design, dan Printing Technology; SMK NU Ma’arif Kudus dengan jurusan Welding dan Automation; SMK NU Banat Kudus dengan jurusan Fashion Designer; serta SMK Brantas Malang dengan jurusan Mechanical Engineering dan Electrical Engineering.
Dalam kesempatan tersebut, AMMAN menghadirkan empat perwakilan penerima beasiswa untuk berbagi kisah perjalanan pendidikan mereka. Salah satunya Rabiatul Adwiah, yang akrab disapa Atun, siswi asal Desa Mantun, Kecamatan Maluk. Ia merupakan penerima beasiswa jurusan Teknik Pembangkit Listrik di SMK Brantas Karangkates Malang angkatan 2025.
Putri dari seorang tukang ojek dan ibu rumah tangga ini dikenal sebagai siswa berprestasi. Saat ini Atun menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di sekolahnya, aktif di ekstrakurikuler matematika, serta pernah mengikuti kompetisi matematika tingkat universitas.
“Ke depan saya ingin menjadi operator listrik yang handal di pembangkit listrik tenaga air di Indonesia,” ujarnya.
Perwakilan lainnya adalah Michael Gabriel Lele atau Kael, siswa jurusan Teknik Alat Berat SMK PGRI 2 Ponorogo. Pemuda asal Maluk ini aktif dalam berbagai kegiatan olahraga seperti futsal, basket, dan sepak bola, bahkan pernah mewakili sekolah dalam turnamen futsal di Madiun.
Kael juga pernah menjadi penerima program AMMAN Football Fellowship bersama PSS Sleman. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan sekolah yang mayoritas beragama Islam meskipun dirinya beragama Kristen.
“Impian saya suatu hari bisa menjadi pengusaha di bidang rental alat berat,” katanya.
Selain itu, Nayla Aulia Marsya, siswa kelas XI jurusan Perhotelan SMK PGRI 1 Kudus, juga berbagi pengalamannya. Saat ini Nayla tengah menjalani magang internal sebagai kasir di OZA Café yang merupakan teaching factory sekolahnya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri dalam melayani pelanggan.
Siswi asal Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang ini memiliki cita-cita bekerja di industri perhotelan internasional, bahkan bermimpi bisa bekerja di hotel di Jepang.
“Saya suka anime dan makanan Jepang, itu yang membuat saya ingin suatu saat bekerja di sana,” ucapnya.
Sementara itu, AMMAN juga menghadirkan alumni program, Ahyati Mulya atau Aya, penerima AMMAN Scholars Batch 1 tahun 2021 dari jurusan Animasi 2D SMK Raden Umar Said Kudus.
Selama menempuh pendidikan, Aya pernah magang sebagai graphic designer dan content planner di Studio 7inc Yogyakarta serta menjadi fotografer di RUS Animation Studio. Setelah lulus pada 2024, ia kembali ke KSB dan kini bekerja di Bene Residence and Eatery di Desa Benete, Maluk sebagai resepsionis sekaligus mengelola desain brand dan media sosial tempat tersebut.
Selain bekerja, Aya juga mencoba berwirausaha dengan menjual dimsum yang dipromosikan melalui media sosial hingga sempat viral.
Kisah para penerima beasiswa tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana program AMMAN Scholars membuka peluang pendidikan dan karier bagi generasi muda Kabupaten Sumbawa Barat, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing di masa depan.
Para siswa dan alumni penerima beasiswa AMMAN Scholars pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak AMMAN atas kesempatan yang diberikan.
“Berkat beasiswa AMMAN Scholars, kami berkesempatan memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman di sekolah kejuruan dengan fasilitas yang sangat memadai,” ujar mereka.(SN01)






