Wamen PKP Bahas Penataan Permukiman Maluk Bersama Pemda dan PT AMNT
Sumbawa Barat, SapaNtb.com – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk membahas penataan kawasan permukiman di wilayah Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat serta jajaran manajemen perusahaan.
Rapat koordinasi ini membahas sejumlah isu strategis terkait perkembangan kawasan Maluk yang dinilai semakin pesat seiring meningkatnya aktivitas industri di wilayah tersebut. Pemerintah daerah memandang kawasan Maluk akan semakin padat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga penataan kawasan permukiman, penyediaan infrastruktur dasar, serta pengelolaan lingkungan perlu dipersiapkan secara terencana.
Fahri Hamzah dalam pertemuan tersebut, menekankan bahwa kawasan tambang merupakan objek vital nasional yang harus dikelola secara berkelanjutan. Ia menilai pengembangan wilayah di sekitar kawasan tambang perlu diarahkan menjadi kawasan yang seimbang antara industri, lingkungan, dan sektor ekonomi lainnya.
“Kawasan tambang seperti Maluk harus menjadi contoh pengembangan kawasan yang sustainable. Kita perlu memulai diskusi lintas sektor agar kawasan ini tidak hanya bertumpu pada industri tambang, tetapi juga didukung sektor lain seperti pariwisata yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi di kawasan Maluk, di antaranya potensi banjir serta peluang pengembangan sektor agroindustri. Pertumbuhan kawasan yang semakin pesat juga diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan hunian serta penataan kawasan permukiman, termasuk penanganan rumah tidak layak huni sebagai bagian dari program pembangunan daerah.
Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat, Marwoto, menjelaskan bahwa rencana pengembangan tahap awal kawasan Maluk mencakup penataan jalan lingkungan, penyediaan prasarana, sarana dan utilitas (PSU), pembangunan ruang terbuka, serta penyediaan infrastruktur utilitas dasar guna menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata.
Ia menyebutkan, saat ini luas kawasan kumuh di wilayah Maluk tercatat sekitar 15 hektare. Pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan ruang terbuka seluas sekitar 10 hektare sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan kawasan.
Dari pihak perusahaan, Manager Development Community Dimas Purnama menyampaikan bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat di sekitar kawasan tambang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai alternatif penggerak ekonomi masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengatasi permasalahan banjir di kawasan Maluk serta membuka ruang diskusi lebih lanjut terkait rencana pengembangan kawasan.
“Kami ingin kawasan lingkar tambang ini berkembang secara berkelanjutan dan ramah lingkungan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Menutup rapat koordinasi tersebut, Fahri Hamzah menegaskan pentingnya pemetaan lahan secara komprehensif oleh pemerintah daerah guna memastikan kejelasan status lahan yang akan digunakan dalam penataan kawasan. Ia juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan skenario pengembangan kawasan secara bertahap agar penataan kawasan Maluk dapat berjalan lebih terarah.
Menurutnya, melalui perencanaan kawasan yang jelas serta kolaborasi lintas sektor, pengembangan Maluk diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata dan berkelanjutan.(SN01)






