DPRD KSB Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran Alas

Sumbawa Barat, SapaNtb.com– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyalurkan bantuan darurat bagi korban kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Jumat (27/03) sekitar pukul 16.00 WITA. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta tersebut diperuntukkan bagi 30 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD KSB, Kaharuddin Umar, didampingi dua Wakil Pimpinan, Badaruddin Duri dan Meliza Jawas, serta sejumlah anggota DPRD. Turut hadir Sekretaris DPRD KSB, Hasanuddin. Kehadiran rombongan ini menjadi bentuk kepedulian dan empati terhadap warga yang terdampak bencana.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Camat Alas yang didampingi Kepala Desa Kalimango, untuk selanjutnya didistribusikan kepada seluruh penerima. Kedatangan DPRD KSB disambut hangat oleh pemerintah setempat bersama para korban kebakaran.

“Kedatangan kami dari DPRD KSB sebagai bentuk keprihatinan atas musibah yang menimpa kurang lebih 30 KK di wilayah Kecamatan Alas,” ujar Kaharuddin Umar di sela kegiatan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakebakaran. Menurutnya, dukungan ini merupakan wujud solidaritas dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.

“Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban para korban kebakaran,” imbuhnya.

Selain menyerahkan bantuan, Kaharuddin juga memberikan pesan moral kepada para korban agar tetap tabah dan kuat menghadapi cobaan. Ia mengajak masyarakat untuk bersabar serta mengambil hikmah dari musibah yang terjadi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu anggota Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman dan penyelamatan dalam peristiwa tersebut.

Diketahui, kebakaran yang terjadi di Kecamatan Alas mengakibatkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kondisi ini membuat para korban membutuhkan perhatian serta bantuan dari berbagai pihak guna mempercepat proses pemulihan.(SN01)